Ternyata film The Matrix adalah musuh Islam


Tahukah anda bahwa film “The Matrix”, merupakan visualisasi tentang obsesi kaum illuminati dan mengilustrasikan keadaan yang sebenarnya terjadi di dunia nyata sekarang ini juga? dideskripsikan secara halus melalui simbolisasi dan figur-figur pemeran dan plot (alur cerita) dalam film tersebut. Idenya adalah, ada 2 dunia yang sejajar (dunia paralel), yaitu “real world (dunia nyata)”, dan “the matrix (dunia ide, dunia program digital, dunia maya, dunia gejala, atau apapun namanya)”, orang-orang dunia nyata digambarkan sebagai golongan yang tertindas yang tengah berusaha memperjuangkan hak-hak mereka, dimana mereka mewakili sisi kebaikan, sedangkan orang-orang di dunia “matrix”, digambarkan sebaliknya, yaitu mewakili sisi yang jahat (agen-agen berseragam hitam dalam dunia “matrix” mungkin bisa dianggap sebagai representasi dari cabang-cabang pemikiran, ataupun dogma agama-agama yang ada di dunia saat ini (dalam film tersebut peperangan yang terjadi antara mereka yang divisualisasikan sebagai pertempuran saling hack antar program-program komputer, bukanlah pertempuran sebenarnya, melainkan lebih kepada visualisasi pergolakan pemikiran, faham dan perang ideologi, karena semuanya terjadi hanya di dunia ide, dunia gagasan, atau singkatnya “the matrix”)

Dan tokoh Neo (diperankan oleh Keanu Reeves), atau ‘The One’ ini, hampir-hampir sesuai dengan keadaan yang sebenarnya saat ini, yaitu wujudnya cita-cita kaum Illuminati untuk mendirikan pemerintahan tunggal (New World Order) yang dipimpin oleh Dajjal (Anti-Chris) yang dibantu kalangan elit mereka.

Terdapat suatu mitos kuno yang beredar di masyarakat penghuni shelter (tempat perlindungan) yang disebut “Zion” (dalam film ini, Zion adalah suatu kawasan tersembunyi di bawah tanah yang sekaligus menjadi markas utama gerakan perlawanan terhadap para penguasa di dunia “matrix”), bahwa kelak akan ada sosok penyelamat yang akan memimpin dan membebaskan mereka dari penjajahan golongan dunia “matrix”. Dari golongan di shelter negeri Zion yang percaya tentang mitos tersebut adalah mewakili kaum Yahudi Zionis masa sekarang, sedangkan yang tidak percaya adalah mewakili kaum Yahudi ortodox, yaitu orang Yahudi yang benar-benar menjalani ajaran agama yahudi seperti aslinya (Judaism), namun sayangnya mereka tidak berkuasa untuk menentukan arah kebijakan politik dan bahkan termarjinalkan dalam setiap pengambilan keputusan.

Mitos/legenda “The One atau The Chosen One” dalam film tersebut, dibenarkan oleh pernyataan-pernyataan seorang cenayang (dukun) perempuan bernama Oracle, (dimana setiap ucapannya penuh dengan ungkapan-ungkapan metaforik yang sulit dimengerti, namun selalu benar dan beliau digambarkan mengetahui setiap sesuatu bahkan sebelum terjadinya). Dan tokoh Morpheus (adalah symbol Freemason, yang merepresentasikan organisasi rahasia sayap kiri kaum Illuminati, yang kelak akan menjadi guru dan penasehat teknik dari “The One” tersebut), menemukan figur yang sesuai untuk kriteria tersebut dalam sosok Neo (Neo = Sang Pembaharu), dimana tokoh Neo ini adalah seorang hacker yang juga bekerja sebagai staff di suatu perusahaan software development yang ternama di dunia “matrix”. Kemudian dilakukan upaya-upaya penculikannya, untuk menjalani pelatihan persiapan menjadi pemimpin dunia masa depan. Ada momen menarik, dimana terjadi dialog antara Morpheus dan Neo, dimana tokoh sentral Neo dihadapkan kepada situasi pilihan dilematik ; “you have to see for your self, this is your last change.. after this, there is no turning back, you take the blue pill, the story end, you wake up from your bed and believe whatever you want to.. you take the red pill, you stay in wonderland, and i would show you how deep the rabbit hole goes.. remember, all my offering is the truth, nothin more..“,

Sebelumnya Neo harus melalui suatu lorong bertingkat, berlantai dengan pola hitam-putih seperti papan catur, yaitu symbol suatu fase yang harus dilalui dalam rangka membuka portal alam ghaib dari suatu ritual paganism ordo Kabbalah (pemujaan setan jaman mesir kuno). Neo kemudian menjalin hubungan dengan tokoh Trinity dalam hal ini adalah mewakili agama kristen (trinity = trinitas, yaitu paham/konsep yang dianut agama kristen tentang Tuhan), yang membantunya dalam tugas-tugas yang dibebankan kepadanya, bahkan dia kemudian diam-diam menjadi kekasih gelapnya. Dalam kenyataannya, memang terjadi hubungan yang mesra antara kaum illuminati dengan kaum kristen saat ini, dan mereka (agama kristen) memang sering diperalat untuk menjalankan agenda-agenda Zionis tanpa mereka sadari(contoh, peristiwa 9/11), dalam sekuel film selanjutnya, tokoh Neo ini bahkan berhasil bertemu dengan penguasa tertinggi dunia “matrix”, yaitu “The Source” (symbolisasi dari Tuhan itu sendiri), untuk memperoleh petunjuk sekaligus restu.

Sedihnya di akhir cerita, tokoh Trinity ini justru dikorbankan sebagai “tumbal”, setelah bantuan yang demikian besar dia kontribusikan, dimana Neo suatu saat mengalami suatu kebutaan (tidak mampu melihat ke sisi spiritual dari kehidupan), tokoh Trinity inilah yang tampil menjadi “mata” dan penterjemah isyarat-isyarat spiritual bagi Neo, untuk merintis jalan demi terwujudnya hasrat kaum illuminati untuk menguasai dunia dan membentuk pemerintahan tunggal (NWO) di bawah kekuasaan kaum yahudi Zionis. Jadi kalau anda beragama kristen, berhati-hatilah, karena boleh jadi skenario dalam film The Matrix ini menjadi kenyataan, kelak anda dan agama anda akan dihabisi setelah dipakai dan diperalat dalam menjalankan agenda besar sang Dajjal (Anti-Chris) ini, untuk menguasai dunia.

Menurut hemat saya, seluruh skenario dari film ini pada hakekatnya adalah metoda yang sengaja dirancang dengan sangat halus dan cukup efektif oleh kaum illuminati, untuk menyebarkan pesan-pesan tersembunyi (subliminal messeges) ke seluruh anggotanya di seluruh dunia, dimana memang mereka tersebar di segala penjuru bumi, juga mungkin berisi instruksi-instruksi dan petunjuk tersembunyi tentang apa yang harus dilakukan dan sebagainya, yang hanya diketahui tentu saja oleh kalangan mereka sendiri.

Sumber

3 komentar: