Ternyata Sisingamangaraja adalah seorang muslim


Baik Portugis, Spanyol, maupun Belanda ketika menginvasi suatu wilayah, maka mereka akan memaksakan penduduk pribumi untuk masuk Kristen. Sebab itu, mereka ini selain disebut sebagai imperialis dan kolonialis, juga disebut sebagai perampok akidah. Hal ini bukan tanpa maksud ekonomis dan politis. Kaum Salib melakukan ini agar perlawanan rakyat dapat padam dengan sendirinya karena mereka akan menganggap penjajah sebagai saudara seiman.

Wilayah Tapanuli bisa dijadikan contoh usaha Belanda dalam menjalankan politik kristenisasinya sebagai bagian dari strategi integral penjajahannya. J.PG. Westhof, seorang pekerja Belanda yang ditempatkan di Indonesia, menulis, “Menurut hemat kami, agar tetap menguasai daerah jajahan-jajahan kita, sebagian besar tergantung pada keberhasilan gerakan kristenisasi pada rakyat setempat. Baik bagi yang belum memeluk agama, maupun terhadap mereka yang Muslim”

Tidak ada catatan yang pasti sejak kapan Barat mencoba mengkristenkan Sumatera Utara. Namun di tahun 1824, 2 pendeta Baptis AS bernama Munson dan Lyman ditemukan terbunuh di Sinaksak. Pada 1861, pengkristenan di wilayah ini kian kuat dengan acianya Rijnsche Zending di Padang Sidempuan. Pemerintah Belanda mengutus misionaris Nommensen dan Simoniet untuk menvebarkan Kristen di Tamah Batak. Atas jasanya, Belanda menganugerahkan bintang Qificer van Oraaje-Nassau kepada Nommensen (1911).

Di akhir abad ke-19, Sumatera nyaris seluruhnya sudah berada di dalam genggaman Belanda. Tinggal Aceh dan Tapanuli yang belum menandatangani Kole I Tolkenng, sebuah perpanjian pendek yang menegaskan dan mengakui dominasi Belanda di bidang politik, ekonomi, dan sebagainya. Aceh dan Tapanuli di situ pihak berperang melawan Belanda di pihak lain. Di tengah gejolak politik dan ekonomi ini, juga serbuan misionaris, Si Singamangaraja XII dilantik menjadi Maharaja Negeri Toba.

Tidak seperti yang disangka banyak orang, Si Singamangaraja XII bukanlah pemeluk agama Palbegu atau Parmalim, namun seorang Muslim yang taat. Bukti-bukti tentang hal ini cukup banyak. Di antaranya adalah cap kerajaan yang berbunyi: “Inilah Cap Maharaja di negeri Toba. Kampung Bakara nama kotanya. Hijrah Nabi 1304“. Cap ini dengan sendirinya menggambarkan betapa lekatnya Islam mempengaruhi diri Si Singamangaraja XII. Adapun huruf Batak yang masih dipergunakan, sama saja dengan yang dilakukan Diponegoro yang masih mempertahankan huruf Jawa dalam menulis surat.

Bendera perang Si Singamangaraja XII pun kental dengan ornamen Islam, yakni ada gambar kelewang serta matahari dan bulan. Sebuah koran Belanda pernah memberitakan agama Si Singamangaraja XII, antara lain: "VoIgens bericbten van de bevolking moat de togen, woordige titularis een 5 tak jaren geleden tot den Nam in bekeerd, dock hij wird geen fanatiek islamiet en oefende Been druk op .1j.ri angering nit am rich to bekeeren." (Menurut kabar kabar dari penduduk, raja yang sekarang—maksud titularis adalah Si Singamangaraja XII, sejak 5 tahun lalu telah memeluk Islam yang fanatik. Namun dia tidak memaksa orang-orang sekelilingnya untuk menukar agama).

Koran Belanda di atas cukup jujur memaparkan Si Singamangaraja XII yang walau seorang raja muslim, namun tetap memberi kebebasan rakyatnya untuk memilih keyakinan. Beda dengan penyebaran Salib yang dilakukan Rijnsche Zending di Toba yang didukung kekuatan militer Belanda.

Dalam melawan Belanda, Si Singamangaraja XII bekerjasama dengan Panglima Nali dari Kerajaan Islam Minangkabau dan Panglima Teuku Mohammad dari Kerajaan Islam Aceh. Keislaman Sisingamangaraja XII membuatnya teguh dalam berjuang membela al-hag melawan kebathilan. Beliau tidak saja dianggap Raja, namun juga Imam oleh rakyatnya. Menghadapi seorang pemimpin yang didukung penuh rakyatnya sendiri, Belanda akhirnya memakai cara licik. Ibu, Permaisuri, dan kedua putra Si Singamangaraja ditangkap. Belanda lalu membujuk agar Sisingamangaraja mau berunding, namun cara ini pun ternyata tidak mempan.

Akhirnya Belanda menurunkan pasukan besar-besaran dengan kekuatan penuh. Pada 17 Juni 1907, di bawah pimpinan Kapten Christofel, Belanda menggempur pusat pertahanan Sisingamangaraja. Walau terdesak, Sisingamangaraja menolak untuk menyerah. Ulama pejuang ini akhirnya menemui syahid bersama Lopian, puterinya tercinta.

Sumber

85 komentar:

  1. sungukong & cipatkay masuk muslim juga loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amani si Kotoran8 Februari 2013 00.01

      Dang toho be molo cipatkay masuk Muslim, takas-takas si Cipatkay masuk balanga, dilopa inata parjabu gabe sipanganon ni Raja-raja, Boru dohot Bere........... Bissmillahirohmanhirrohiiiimmmmm....ai jagal babi mdo na bervitamiiiinnnnn.....

      Hapus
  2. slim.. slim.. kreatif dikitlah.. terlalu berlebihan nih berita tanpa sumber2 yg valid

    BalasHapus
  3. mahiwal wae siah blog..

    BalasHapus
  4. Kalau seorang Indonesia sekarang menulis dengan huruf Latin apakah berarti dia seorang Kristen? Pada masa itu, menggunakan huruf Arab pada sebuah cap kerajaan sangat biasa, dan tidak ada hubungan apa pun dengan agamanya. Tentu saja Belanda (dan penginjil Jerman) suka menyebarkan isu bahwa Singamangaraja memeluk Islam. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan pemerintah kolonial agar secepatnya menindak SSM. Soalnya Belanda telah memilih Tapanulu sebagai benteng anti-Islam atau tembok yang memisahkan Aceh dan Minangkabau. Kalau Singamangaraja bekerjasama dengan Aceh hanya wajar saja karena baik Toba maupun Aceh diserang oleh Belanda. Perlu ditegaskan bahwa kita tidak memiliki bukti apa pun bahwa Singamangaraja pernah memeluk agama Islam.

    BalasHapus
  5. Blog Pembohongan Publik, beginikah perilaku umat muslim, segala cara dilakukan untuk membela agama, kebohongan yang nyata dipertontonkan seperti ini, lebih baik menyatakan satu kebenaran dari pada ribuan kebohongan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hati-hati ya

      Hapus
    2. Peace lah man,,g ush blbihan ƍǃƗΰ comment πγα..
      G ush sbuk ngurusi mslh agama,urusi itu pemerintah mu Чǝлб byk korup
      Cinta damai qïƭä man

      Hapus
    3. anda bisa mendalilkan dan menulis seperti ini tidak?? mendalilkan dan membuktikan ya...

      Hapus
  6. BENAR TIDAKNYA ITU AKAN SULIT DI MENGERTI DENGAN NALAR MANUSIA,AKAN TETAPI MAHLUK-MAHLUK KAFIR AKAN KEBAKARAN JENGGOT KEREPOTAN DENGAN KEBENARAN ISLAM...BUKTI FAKTA NYATA,SEKARANG SAYA BERTEMAN SAMA ORANG AMERIKA,TERNYATA WARGA AMERIKA BERBONDONG-BONDONG MASUK ISLAM SECARA DIAM-DIAM,DI KARENAKAN BUKTI NYATA BAHWA ISLAM ITU AGAMA YANG SEBENARNYA,SETELAH MENGKAJI SEDALAM-DALAMNYA TENTANG ISLAM...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amani si Kotoran8 Februari 2013 00.26

      Ai di dongani ho do na sidonganan... Tumagon mulak ho tu huta dongani ma si Julia Peres dohot Nikita Mirzani... Bolon-bolon do susu ni itoani... tar hilala dung pe holan na mamereng... ;P

      Hapus
    2. hahahaha..
      ima lae,sai godang ma hata ni halak on.
      annon Yesus pe didokhon halak on seorang muslim.
      lomo2 ni halak on hubereng.
      hahaha

      Hapus
    3. Diam!!! allangma biangi... Bodo ma ho. Di Sidimpuan banyak keturunan Sisingamangaraja Muslim,

      Hapus
    4. Agama yang sebenarnya?????
      Aq punya teman muslim yg mulanya sangat fanatik n tekun mengkaji ajaran islam, suatu ketia dia mengatakan klw dia ragu.
      Dia ragu karna semakin di kaji semakin aneh. Beliau mengatakan klw dalam alquran ada injilnya! N mengatakan klw ada beberapa ayat yg mengatakan klw nabi isa adalah titsan allah, dengat ayat:
      [dalam Surat An Nisaa 4:171 yang saya ambil pointnya saja demikian bunyinya: "Innamaal masiikhu Isabnu maryama Rasulullah wa kalimatuhu al qohaa ilaa maryama wa rukhu minhu". Artinya: Sesungguhnya AL MASIH ISA Putra Maryam itu, adalah utusan ALLAH dan kalimat-NYA yang disampaikan kepada Maryam, dan Roh dari-NYA". Qs. 4:171]
      Beliau jg bingung kenapa nabi muhamad saw dianggap nabi paling besar, padahal hanya panglima perang yg notabene tukang kawin!
      Lebih berjasa nabi ibrahim kata beliau! Seolah" keberadaan muhamad untuuk menandingi nabi isa!
      Kemudian muhamad masih minta di doakan seolah" berdosa!
      Kemudian ada beberapa ayat yg membuat celaka orang lain, n penuh dgn dunia gaib!
      Dia goyah n ketika dia melirik ajaran kriste! Dia melihat "kasih" beliau seolah" merasa nyaman, namun beliau merasa takut untuk berpaling dr muslim tp beliau mengatakan klw Kristenlah agama yg hakiki!
      Klw orang eropa atwpun amerika, mereka ga mengenal gaib, begitu di kenalkan mereka heran, karna iman kristen mereka sangat kurang!
      Klw seperti di sini mah mana percaya dengan gaib yg ga berguna di hadapan orang" beriman kayak kami!

      Hapus
    5. terserah mau agama anda bagaimana,,,, tapi tolong donk jgn sebarkan berita yg hanya cerita kosong. sisingamangaraja bukan seorang muslim dan itu pastinya..... mau bohong untuk mengangkat drajat buat ngakak ne blog...

      Hapus
  7. Balasan
    1. Ai Takal tabu do ho Ito (inganan ni tolor).... maos... hiripu ho nga jago halak molo gabe Silom !!! nga maup molo Kristen ??? Ise na mambahen maju negara on, unang sip poh, dokon !!! heh.. halak cina do kan...dang halak silom !!! ise na mangalang budar ni bangsoiiii ???? aka politikus Silom do kan... dao-dao ho tu Amerika holan naeng marida halak pindah agama loja ki.. tumagon lao ho tu Arab asa mapultak lubangitem di ribakon anakoni si SAW.

      Hapus
  8. sisingamangaraja XII islam.....?gx salah.....? aku byk tau tentang sisingamangaraja dan batak...sebelum nomensen datang ke tapanuli..bangsa batak menganut agama parmalim(oppu namula jadi nabolon)bukan islam...seperti perkataan beliau"aluhonma holso ni roham tu mula jadi nabolon(adukanlah keluh kesahmu pada yg mula jadi nabolon"tuhan orang batak kala itu").jadi...gx usah deh ngaku2 raja batak sisingamangaraja adalah islam....dan tak ada hubungan antara sisingamangaraja dengan islam...sedangkan melawan belanda saja...beliau memakai pasukan batak yang setia padanya,tanpa meminta bantuan dari pihak lain...,dan dikarenakan beliau jg bisa menghilang,ratusan peluru sudah mengenai kulitnya,tapi tak mempan,belia bisa takluk pada belanda dikarenakan darah dari putri tersayangnya (putri lopian)mengenai kulitnya..,padahal darah beliau beda dengan darah manusia lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sok pinter lu...ga pernah dengar nama Pongki Nangol-ngolan ya...? banyak belajar sejarah ya...;

      Hapus
    2. Anonim ngakak gua lihat komentar en te...
      Blog ni hanya berita hoax, berita sampah..
      saya asli keturunan sisingamangaraja XII... sisingamangaraja adalah agama parmalim.....

      Hapus
    3. justu islam menyebar ke tanah batak dengan kekerasan,baca cerita pongki nangolngolan itu,dan perang paderi di tanah batak

      Hapus
    4. cerita hoax... mengangkat drajat dengan menyebarkan cerita yg di #rekayasa... sisingamangaraja beragamakan parmalim.. bukan islam..... ngakak gua min :)

      Hapus
    5. mending jangan banyak nyomong tapi jalankan saja ajaran agama kita masing2. tokh nanti yang ditanya juga apa yang kita kerjakan didunia bukan mengejek agama lain

      Hapus
  9. menurutku sich yg melawan belanda itu org islam kalo waktu jaman kerajaan, kalo yg demen ama belanda ya org kristen contohnya spt ambon yg banyak penghianat menjadi KNIL belanda terus pada carmuk ama belanda

    BalasHapus
    Balasan
    1. salah besar kau,kau kemanakan orng batak Kristen yg ikut berperang lawan Belanda,kau kemanakan Pattimura,Martha Tiahahu dan orng Ambon Kristen lain yg mempertaruhkan nyawa nya demi Negara kagak jelas ini.Knp ga jlas negara ini?karena kebanyakan penganut Islam sangat fanatik,contoh paling dkat anda,dan pemilik blog ini

      Hapus
    2. Sejak kapan orang batak yg berperang lawan belanda beragama islam!!! Helllooowwwww!!!! Gawat ni orang!!! Pake bilang sisingamangaraja muslim lagi!!! Gawat kau kawan bah. Dari dulu ke dulu orang asli batak itu kristen, adapun yg islam itu semua yg pada pengkhianat semua dari kakek"nya karna jabatan. So jangan pernah berpikir ada orang batak dulunya yg muslim! Apalagi sisingamangaraja!
      Tp kita orang batak ga perlu emoosi menanggapi hoaxnya, karni di liat dr sumbernya sangat ga terpercaya n kemungkinan besar mengarang, kalau patimura islam di tengah orang ambon yg kristen itu jelas, klw sisingamangaraja jelas tidak, mungkin yg membuat blog berpikir dari sorbannya sisingamangaraja yg mirip teroris, n tampang breoknya jg kayak teroris, jadi mulailah si penulis menduga" n mengarang. Padahal jelas" pada jaman itu di tanah tapanuli yg ada hanya parmalim, bahkan kristen aja belum masuk, apalagi islam yg berkembangnya di sumatra utara sebenarnya karna tawaran jabatan n kedudukan. Pikir" lagi mas brow, islam hanya bisa menyebar di sumatra utara hanya karna tawaran jabatan n kedudukan, klw bukan karna itu "Kasih" orang kristen ga kan tergoyahkan!

      Hapus
  10. ga ada bukti otentik menyebut agama sisingamangaraja > Islam.
    Sisingamangaraja itu punya ajaran agama tersendiri. (paralim)
    Kalo dari cap / stempel > udah jelas dia cap itu bukan cap islam.
    Dilaporkan saja terus blog ini, karena menawarkan kepalsuan, dan pembunuhan karakter.

    BalasHapus
  11. Benar sekali sesuai dengan hasil penelitian tim ahli sejarah fakultas ilmu budaya USU

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapa dosen nya USU yg brani kasih klaim spt itu mas? Biar saya tampar mukanya lgsg. Saya keturunan sisingamangaraja. Saya simpan banyak buku tata cara ibadah agama parmalim. Kalo mw tahu lbh jauh ttg parmalim, pergi aja ke samosir.

      Jangan2 Djaga Depari jg bakal diklaim ama nih slimmers XD

      Hapus
    2. Slimer emang idiot, batak pada zaman sisingamangaraja adlh kanibal. Batak pd zaman tsb memakan daging musuhnya yg mati dlm peperangan. Mrk percaya dgn memakan daging musuhnya maka tubuh mrk akan kebal thdp senjata apapun. Apakah ajaran mamad saw mengajarkan makan daging manusia?

      Edan koe slim ahahahhaha...

      Hapus
  12. Klo ada orang batak baca ini bisa2 dijadiin saksang ente bro..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya Batak Asli Bro,,
      Tapi gak mau jadiin dia saksang bro

      Hapus
    2. Karena kau batak DALLE bro

      Hapus
    3. bukan cuma saksang,ku buat jadi panggang stengah badan nya,stengah lagi ku kasih ke anjing.Asa mate si bodat on

      Hapus
    4. hita tutung ma admin ni blog on??
      holan na gabus sude isi ni blog imana on.

      Hapus
    5. Ulumi ma tutung lae. Goblok kali emosian kau

      Hapus
  13. Blog ni hanya berita hoax, berita sampah..
    saya asli keturunan sisingamangaraja XII... sisingamangaraja adalah agama parmalim...

    BalasHapus
  14. Molo nipikkiri to ho do mendekati ciri ni islam raja ta i, ima raja sisingamangaraja molo ni parrohahon marsorban dohot marjenggot do ibana. Dang hera parmalim

    BalasHapus
    Balasan
    1. i ma otom lae,ho halak batak,alai dang di boto ho songon dia sejarah ni bangso batak on,baca jo buku ahu sisingamangaraja asa torang jo pinikaran mu

      Hapus
    2. mulak joho tu huta ni si Singamangaraja i ne.
      sukkun ma akka natua-tua i.
      hu ongkosi pe ho.
      alai dang jamin au mulak ho dengan utuh molo songon i do pendapat mu idok ho.
      biar hu attor i tutung pinoppar ni Sisingamangaraja i do annon ho di si.

      Hapus
    3. allang ma te i....tanda do jonok utok2 mu tu lubang ni tem.makana arupa loak mu tu akka silom i.

      Hapus
  15. SM raja XII itu Parmalim..memang ada kontak dengan islam yang dimulai dari raja uti tapi bukan berarti islam kan? yang buat blog ini betul2 terobsesi meng Islamkan dunia..tapi sayang malah mengada-ada.

    BalasHapus
  16. blog tai ini .. hoax smuanya .. (n)

    BalasHapus
  17. saya sebagai orang batak merasa tersinggung dngn isi blog ini,Sisingamangaraja hingga meninggal merupakan Raja iman dri parmalim,anak2 ny mengakui itu dan bnyk bukti yg mementahkan informasi anda,baca saja buku ahu sisingamangaraja dsitu di jlaskan mengapa lambang dari kerajaan sisingamangaraja berdasarkan tahun hijriah,dan perlu anda ketahui nomenssen pembawa agama kristen ke batak,tdak ada hbungan sama sekali dngn belanda,bahkan dia berhubungan sangat baik dengan sisingamangaraja,itu juga alsan mengapa kturunan sisingamangaraja memilih Kristen.bahkan sebelum Belanda dtng ke Indonesia,misionaris sudah berdatangan ke Tanah batak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. toe ma lae...aha na sodohonon ni akka kura-kura i.leanon nama mangallang dodak i sada-sada.

      Hapus
  18. Mengenai Ke-Islaman Raja Sisingamangaraja dari sejak belajar Ilmu Sejarah di Fakultas telah lama saya ketahui, hanya saja minim publikasi begitu juga Ahmad Lussy (Thomas Matulessy/Pattimura) juga sebenarnya beragama Islam telah lama juga diketahui, bagi orang yang konsen belajar ilmu sejarah ini bukanlah sesuatu yang aneh sebab fakta sejarah tersebar bukan hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri, khususnya Belanda.. Mengenai Ketidaksukaan atas tulisan di Blog ini merupakan suatu yang wajar karena faktor kebodohan yang utama dan iri dengki karena tak mampu menulis hal yang demikian, untuk itu saya salut ada upaya untuk mengungkap kebenaran meski harus menelan kritik yang pedas.. Lanjutkan menulisnya Semoga Allah SWT memberikan arahan dan bimbingan...DAN BANYAK ORANG YANG JUSTRU TAK MENGERTI AKAN PENTINGNYA SEJARAH SEHINGGA APA YANG DI KRITIKNYA TIDAKLAH BERBOBOT SEDIKITPUN..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas, kalo ngelem aibon jangan banyak2 yah!! Saya kenal semua cucu dan cicit Sisingamangaraja XII.
      Datang aja ke medan bro. Ada museumnya kok. Cucu dan cicitnya jg terganggu dan geram stlh saya kasih lihat ini blog. Mrk bilang "islam emang benar2 pembodohan buat Indonesia. Belanda datang ke Indonesia bukan untuk nyebarin agama Kristen, tapi untuk mengambil sumber daya alam Indonesia.

      Pikir saja pakai otakmu, memangnya susah ya bagi Belanda untuk mengkristenkan seluruh Indonesia? Punya waktu menjajah 350 tahun cui!

      Makanya Belanda sengaja nggak Kristenin Indonesia takut orang-orang Indonesia jadi pinter, makanya dibiarin agamanya Islam aja biar bisa dibodoh-bodohi!"

      Selamat menikmati kebohongan islam masbro!!!

      Hapus
    2. Premis mayor :
      Sisingamangaraja adlh islam

      Premis minor :
      Sisingamangaraja adlh kanibal yg memakan daging musuhnya yg tewas di medan peperangan

      SILOGISME :
      Islam agama kanibal XDXDXD

      Hapus
  19. Saya sangat mengapresiasi yang menulis Blog ini, cerita yang disertai dengan bukti2 yang mendukung, Sejarah Islam SSM sangat tidak diragukan lagi, buat apa dia menolak dan menenentang Nommensen sang Misionaris/Zending? tidak lain dan tidak bukan beliau menentang kristenisasi di tanah batak. salut sekali lagi. semoga ALLAH SWT meridhai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari buku sejarah yang beredar beliau menentang penyebaran agama kristen di tanah batak

      Hapus
  20. Aneh-aneh juga penulis ini. Dari mana sih sumber cerita yang diambil? Apakah hanya dari pikiran picik atau hanya khayalan? Lama-lama anjing yang menggong-gong mengikuti azan magrib juga akan dianggap anjing yang beragama ISLAM. Sesuatu tulisan hendaknya disertai bukti-bukti yang jelas dan akurat, ingat WHO, WHAT, WHERE, WHEN AND HOW. Kalau hanya dari dugaan penjajah pada waktu itu yang menganggap Si Singamangara XII adalah Islam, itu hanyalah anggapan generalisasi yang menganggap bahwa orang Indonesia semua beragama islam. Mengenai tulisan arab yang ada pada stempel? Perlu penulis sadari masalah waktu dan situasi pada waktu itu. Stempel sangat punya arti bukan seperti sekarang ini. Stempel identik dengan orangnya. Dengan demikian pembuatan dan penyimpanannya juga sangat hati-hati. Demikian juga dengan penggunaan stempel, tidak semua raja akan mengakui stempel raja lain tanpa suatu kesepakatan bersama. Dengan demikian, agar surat-surat yang ditujukan oleh Si Singamangaraja XII ke raja Aceh, maka stempel tersebut disepakati oleh keduanya. Dengan pengakuan melalui pembutan tersebut Perlu anda maka surat-surat yang diberi stempel tersebut akan diakui keabsahannya oleh Raja Aceh. Lalu kenapa tulisan Arab? Ini juga perlu penulis pahami. Dimana pada saat itu Aceh telah memeluk islam dan pada umumnya yang diajarkan di Aceh adalah tulisan arab dan bukan latin. Sementara Aceh sendiri sampai saat ini yang saya tahu, tidak punya abjad. Paling tidak pada saat itu tidak lagi merupakan inti pembelajaran. Hal yang perlu anda ketahui juga adalah mengenai dimana pusat pemerintahan Si Singamangaraja XII. ketahui, Markas Si Singamangaraja berada di Bakara, yang kebetulan juga saya berasal dari sana. Baik cerita nenek moyang saya maupun bukti-bukti peninggalan tidak ada yang menggambarkan bahwa Si Singamangaraja XII beragama islam. Tidak ada sedikitpun, cobalah anda berkunjung kesana agar kebodohan anda mendapat pencerahan. Seorang Raja yang memimpin suatu negeri, mau tidak mau, kepemimpinannya akan mencerminkan idiologi dan kepercayaan/pengetahuan yang dimiliki. Atau boleh juga, pada saat itu beliau mengatakan menerima islam, tetapi setelah disadari bahwa ajaran tersebut menurut pikirannya ajaran sesat, maka ditinggalkan dan lupakan. Hal tersebut terbukti, baik dari keimanan dan nuansa islam tidak pernah ada di tanah Bakara. Penulis boleh-boleh saja menulis semau anda tentang diri Anda, tetapi menyangkut orang lain, jangan gegabah. Anda menulis hal yang salah tentang orang lain, berarti anda memfitnah orang tersebut. Tolong lebih hati-hati. Lebih baik anda menulis dan mengamati anjing yang melolong mengikuti azan magrib, baru tulis pendapat anda.

    BalasHapus
  21. Memang pantang so billak do akka sirabunni, kaya agamanya aja yg betul, ajaran apa membunuh sesama katanya masuk surga,klu tidak ajaran sesattttttt!

    BalasHapus
  22. Ai tole ma nian, binoto do na so tar binoto. sai aqidah di hata i, alai holan martole do na si binoto ni aka Dale (Dongan si pangalang Te)... Etah Marende...

    BalasHapus
  23. ai diboto mu na do lapatan ni Bismillahirohmanhirohim....
    "Jagal Babi do na Bervitamiiiiiinnnnnn

    BalasHapus
    Balasan
    1. jagal biang juga lae...
      hahaha

      Hapus
  24. bagaimana tentang analisa marganya, dan keturunannya sekarang

    BalasHapus
  25. yang buat sejarahnya siapa ya muslim atau belanda

    BalasHapus
  26. bahh..
    dak hu tutung do ho annon admin meong..
    pandok ma sude.
    dok ma muse sude pangisi ni portibi on silom, baru karang ma bukti na.
    asa sombu roham, asa masuk surga mi ho.
    molo hamuna daba ikkon na pamatehon halak do asa masuk surga.

    BalasHapus
  27. penulis blog ini diancam dibunuh klo gak nebarkan hoax berbau islam ahahhahahha,,,,
    mate ma ho,,,
    sega negara on holan alani ni silom do,,,
    bereng ma negara na otik halak arabna,,, pasti maju

    BalasHapus
  28. yang jelas teroris itu pasti masuk islam dulu heheheheheh

    http://mengenal-islam.forumphp3.com/viewforum.php?f=60

    BalasHapus
  29. Wah Hebat betul Blog ini,mencantumkan byk org masuk Islam.Apa hebatnya sih masuk Islam,negara ini katanya 99% pemeluk islam,lihat para koruptor,lihat pemimpin negara ini,lihat mulai dari tingkat RT,RW sampe presiden,semua koruptor.Artinya nggk jaminan pemeluk agama islam adalah org bener.Kalau bener,tentu negara ini jg bener.Sadarlah wahai org picik,lihatlah dunia dengan kedua matamu bukan dgn keyakinanmu.Lihatlah dunia nyata.Sadarlah bahwa kamu ini ada di dunia nyata,bukan dunia maya.Saya melihat kamu semakin bodoh dan konyol dgn tulisanmu yg ngawur,semakin jelas bentuk kebohongan dari keyakinanmu.Sadarlah lihatlah dengan mata dan pikirkanlah dgn kepala yg berisi jutaan sell utk berpikir.

    BalasHapus
  30. Mau bilang semua isi dunia ini masuk Islam,org yg melihat dengan mata dan berpikir akan tau.Kecuali org yg mata dan pikirannya masih Tertutup.Terusnya berjuang utk Islam,karena memang sudah itu takdirmu.Tanpa ada kamu,tentu Iman kami tidak akan bertumbuh.

    BalasHapus
  31. sisingamangaraja itu makan daging babi ga mungkin dia islam
    pliss deh gausah sok tau sejarah lah
    yang dinamakan batak pasti makan daging babi
    camkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tak semua Suku Batak makan Babi lae! Ini yg harus kau camkan!!! Batak itu bukan kau aja. goblok kali kau

      Hapus
  32. dasar kurang kerjaan . orang yg uda ngak ada Di urusin . yg masih hidup aja diurusin tuh lihat maaih by bgt warga bangsa ini yg melarat .

    BalasHapus
  33. Saya batak... tapi tak makan babi!. Bah unang ttor panas hita bangso batakon mamereng blog ni dongattaon. Mari sama kita cari lebih banyak buku sejarah dalam maupun uar negeri tentang Sisingamangaraja XII.

    BalasHapus
  34. Horas ma di hita sude.....
    molo blog on ...lok ma isi.....

    ai so holan Rajai,
    inna dongani, Jesus pe nga masuk silom

    alai,
    manjaha sude komen muna,
    ai tung sombu do siholhu
    mangingot akka bura bura dohot prokem tikki naposo

    BalasHapus
  35. ini lah indo
    dengan ke anekaragamannya dan semua kebodahannya
    hahahaha

    BalasHapus
  36. perasaan gue sdri yg kapir...:D

    BalasHapus
  37. ngakak bah...tolol bin bego..

    BalasHapus
  38. M. A. V. Nainggolan20 November 2013 20.03

    Aneh ya yang menulis blog ini. Lama-kelamaan hanya karena orang seperti ini sejarah bisa diubah. Ompui Sisingamangaraja XII bukan beragama Islam, bukan beragama Kristen, tetapi ia adalah seorang malim, dan pengikutnya disebut PARMALIM, makanya ada agama Habatahon itu agama MALIM. Hanya saja ajarannya memiliki bebarapa kesamaan dg agama yang lain. Mereka juga memiliki ajaran Sagu Sahidangan, yang mana Sagu itu diletakkan di atas sebuah tempat/ nampan yang besar, kemudian didoakan oleh seorang PANITANGI.. Setelah didoakan, baru diberikan secara merata kepada orang banyak. Ini memiliki kemiripan dg Perjamuan Kudus Kristiani. Kalopun ia tidak makan babi, bukan hanya daging babi saja yang tidak ia makan, Daging Ayampun tidak dimakannya. Karena dalam ajaran habatahon Parmalim itu, mereka tidak boleh membunuh, mereka diajarkan untuk menghargai semua mahluk ciptaan Tuhan. Masalah tulisan yaitu aksara Arab-Melayu yang ia gunakan adalah untuk orang-orang tertentu, dan pada masa itu aksara yang dikenal orang banyak di Toba dan Samosir adalah Aksara Batak dan Aksara Arab-Melayu. Ini dikarenakan adanya hubungan dagang antara orang-orang Batak terhadap saudagar-saudagar Melayu Muda yang berasal dari Tapsel, Minangkabau, dan Siak (Riau).

    Klopun ada muslim yang mengaku dirinya adalah juga keturunan SisingaMangaraja XII, itu adalah keturunan dari saudara (Laenya/ iparnya SSM XII) SSM XII yang lari ke Sumbar. Waktu itu ada 3 orang yang lari, ketika mereka meninggalkan Bakkara, mereka belajar Militer di Atjeh, lalu hijrah ke tapanuli selatan. Pada saat mereka ke tapanuli selatan, ternyata wilayah tersebut sedang digempur oleh TUANKU RAO (Tuanku Bonjol/ Imam Bonjol) dalam Perang Padri.Kemudian di Tapsel mulai diselimuti oleh pengaruh Islam (Menganut agama Islam). Lalu Pongki Nangolngolan beserta 2 orang yang lari tadi Nasution dan Siregar menggabungkan diri dengan Padri. Oleh karena kemampuan tempur mereka bertiga, mereka juga diangkat sebagai Panglima Tempur dan juga sebagai seorang Khatib. Salah seorang diantara yang tiga orang tadi kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di wilayah Riau yaitu Dalu-dalu (Rokan Hulu). Di sana ia dikenal sebagai Tuanku Tambusai.

    BalasHapus
  39. Aneh memang si kristen,gk nyadar ya u semua?u meluk agama yg d bawa penjajah bajingan yg membunuhi bangsa batak sndiri?baginda SSM mati2an mengusir,eh kalian malah meluk agamanya penjajah?goblok bin tolol luar biasa kan kalian?d pake otak u...jgn suara aja nyaring,tp tolol d pelihara...ckckck

    BalasHapus
    Balasan
    1. Janganlah menyamakan antara Agama dengan politik. bagi kami kristen poltik adalah urusan politik, dan agama urusan agama. Beda bung dengan Arab dan Islam, Selama poltik dicampur adukkan dengan agama maka sesungguhnya yang dikatakan agama itu bukanlah agama tetapi faham. Cobalah belajar politik dan ketatanegaraan. Nah, saya mau ajak anda untuk merenung, bagaimana sesungguhnya Muhammad yang anda puja di dalam penyebaran fahamnya? Bukankah selalu dalam kekerasan? Coba tunjukkan dimana dia pada waktu penyebaran fahamnya tidak dengan kekerasan bahkan membunuh dan merampas? Tanyalah hatimu yang terdalam mengenai tingkah lakunya sebagai yang dianggap Alim. Jujurlah terhadap diri anda sendiri. Ataukah anda hanya membaca yang baik-baiknya saja dan tidak pernah membaca apa yang dilakukan sungguh tidak senonoh dihadapan manusia apalagi di hadapan Tuhan? Atau jangan-jangan otak anda sudah dicuci sehingga sudah tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk? Mana kebohongan dan mana kebenaran? Sesungguhnya Agama mengajarkan DAMAI SEJAHTERA bukan permusuhan, kebencian bahkan kebohongan. Renungkanlah bagaimana sesungguhnya agama atau faham yang anda ikuti sekarang. Antar pemeluk faham yang anda iktui saja terjadi bentrokan. Nah, sekarang saya meohon anda pergi ke daerah Tumur Tengah sana, bawa faham yang anda ikuti dan katakan kepada mereka supaya mereka berdamai. Oke? Bisa kan? Jangan kita hanya di luar berkoar-koar, agama saya yang paling benar, agama saya paling hebat. Nyatanya, bagaimana kondisi di Timur Tengah sana.

      Hapus
  40. Saya selama belum membaca blog ini, saya menganggap bahwa Sisingamangaraja XII adalah bergama kristen, tenyata Sisingamangaraja ten bukan beragama islam dan juga bukan beragama kristen. Sisingamangaraja tetap mempertahankan agama leluhurnnya. Kalau bukan beragama kristen atau islam, tidak perlu kita memaksakan diri ke masa lalu. Yang penting Sisingamangaraja konsisten terhadap ajaran agama leluhurnya. Islam tidak mampu mengislamkan Sisingamangaraja dan Kristen tidak mampu mengkristenkan Sisingamangaraja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener nih! Beliau blm beragama. Masih berkeyakinan asli batak. Jangan memaksakan diri lah. Bikin malu diri sendiri.

      Hapus
  41. Apa sih keuntungan nya bohong bohong kalau Sisingamangaraja itu islam? Bukannya itu nambah dosa? Mas mas, wikipedia akses gratis kok. Baca itu aja deh kalo gak mampu baca buku Ahu Sisingamangaraja. Toh keturunannya sendiri yg bilang kalau Beliau tidak menganut agama islam. Masa itu, orang batak masih berkeyakinan asli batak. Agama belum masuk ke bangsa batak. Jangam sok tau lah. Sok tau sejarah suku bangsa orang. Dih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaa... Udh2 gk usah dianggap serius! .. Lagian tujuan dibuat blog ini untuk menghibur, bkn mendidik apalagi memberikan pencerahan ...

      Hapus
  42. Julio Sinambela25 Juni 2014 09.48

    saya Julio sinambela cicit kandung Sisingamangaraja XII menyatakan bahwa Sisingamangaraja XII bukan beragama muslim melainkan Parmalim, saya hanya mengklarifikasi.

    BalasHapus
  43. Jujur aja lo orang pada silahkan ke daerah SUMBAR. Kami disini jika mendengar kata Batak jadi inget orang barbar,makan anjing,makan babi, tak punya adat, tukang mabuk, berperadaban rendah. Itulah streotip orang melayu dan minang thd orang batak ( kecuali mandailing).

    BalasHapus
  44. Mentawai, nias, batak, dayak, papua. Contoh daerah yg berhasil di kristenkan barat, terutama belanda. Islam tidak pernah memaksakan agama. Bagimu agamamu, bagiku agamaku. Dulunya kalau gak mau masuk islam harus bayar pajak/upeti. Karena orang islam yg menentang bayar zakat pun di perangi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha kalo gitu sama aja memaksakan dong

      Hapus